Arsip untuk ‘PENGUMUMAN LOMBA’ Kategori

LOMBA : PENGUMUMAN PEMENANG LOMBA CERPEN INTI 2008

Juni 11, 2008
MALAM PENGUMUMAN PEMENANG

LOMBA MENULIS CERPEN PERHIMPUNAN INTI DKI JAKARTA

JUARA I
NAMA : SYARIF HIDAYATULLAH (Depok)
JUDUL : BILA MALAM ITU MALAIKAT

JUARA II
NAMA : INDRIAN KOTO (Yogyakarta)
JUDUL : TOKO DI SEBERANG JALAN

JUARA III
NAMA : RENNY TURANGGA (Jakarta Selatan)
JUDUL : NASI ULAM GIOK

JUARA HARAPAN I
NAMA : ARIESITA (Bandung)
JUDUL : MESIN RAJUT ENCIK LIANG

JUARA HARAPAN II
NAMA : SULISTYO BUDI NURCAHYO (Bantul, Yogyakarta)
JUDUL : KADO ISTIMEWA IMLEK

JUARA HARAPAN III
NAMA : RATIH PUSPANING AYU (Malang, Jawa Timur)
JUDUL : KESAKSIAN SUKIRMAN

JUARA HARAPAN IV
NAMA : EKO HARTONO (Wonogiri, Jawa Tengah)
JUDUL : MENGHAPUS DENDAM MASA LALU

JUARA HARAPAN V
NAMA : MUZMI ATUR RIF’AH (Pasuruan, Jawa Timur)
JUDUL : PULANG

JUARA HARAPAN KHUSUS VI
NAMA : EDWARD BUDIMAN (Jakarta Barat)
JUDUL : DONAT TANPA LUBANG

PEMENANG LOMBA MENULIS CERPEN PERHIMPUNAN INTI DKI JAKARTA
Dalam rangka menyambut 100 tahun Kebangkitan Nasional, Perhimpunan INTI DKI Jakarta menyelenggarakan lomba menulis cerpen.

Cerpen-cerpen yang diterima panitia sebanyak 535 karya yang masuk seleksi dan dikirim dari seluruh propinsi di Indonesia.

Pengumuman pemenang dilaksanakan pada Rabu, 28 Mei 2008 di Gedung Show Unit Megaglodok Kemayoran, Jl. Angkasa Kav. B6. Dewan juri yang terdiri dari Jajang C. Noer, Jakob Sumardjo dan Budi S. Tanuwibowo menetapkan : Juara Pertama diraih oleh Syarif Hidayatullah (Depok), dengan judul cerpen Bila malam itu malaikat, Juara 2 diraih oleh Indrian Koto (Yogyakarta) dengan judul Toko di seberang jalan dan Renny Turangga (Jakarta Selatan) dengan judul cerpen Nasi ulam Giok. Masing-masing juara mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp. 5 juta, Rp. 3 juta dan Rp. 2 juta.

Juara harapan 1 sampai 5 yakni Ariesita (Bandung) judul cerpen Mesin rajut encik liang, Sulistyo Budi Nurcahyo (Bantul, Yogya) judul cerpen Kado istimewa Imlek, Ratih Puspaning Ayu (Malang) dengan judul Kesaksian Sukirman, Eko Hartono (Semarang) dengan judul menghapus dendam masa lalu dan Muzmi Atur Rif’ah (Pasuruan) dengan judul Pulang/ Senja makin merah. Masing2 juara mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp.1 juta.

Disamping delapan orang pemenang tadi, dewan juri juga menetapkan seorang juara khusus yang diberikan kepada Edward Budiman (Jakarta Barat) dengan judul cerpen Donat tanpa lubang, juga mendapatkan hadiah uang tunai Rp. 1 juta.

Dari 535 cerpen yang masuk ke panitia, sebanyak 20 judul cerpen terbaik yang dipilih oleh dewan juri telah dibukukan. Ini merupakan bukti bahwa masih tinggi animo masyarakat kita untuk mengikuti lomba menulis cerpen.

Sumber : http://id.inti.or.id/news/24/tahun/2008/bulan/06/tanggal/03/id/419/